Baru-baru ini, para peneliti China mengumumkan penemuan deposit mineral langka (rare earth) dalam jumlah besar di dasar laut dekat perairan Indonesia. Cadangan ini diperkirakan mencapai 100 juta ton, yang bisa mengubah peta persaingan global dalam industri teknologi tinggi.
Lalu, apa arti penemuan ini bagi Indonesia? Bagaimana dampaknya terhadap ekonomi dan kedaulatan sumber daya alam? Simak penjelasannya!
Apa Itu Mineral Langka (Rare Earth) dan Mengapa Penting?
Mineral langka atau rare earth elements (REE) adalah sekelompok 17 logam penting yang digunakan dalam berbagai teknologi modern, seperti:
- Baterai kendaraan listrik
- Smartphone & komputer
- Turbin angin & panel surya
- Peralatan militer (drone, radar, jet tempur)
China saat ini menguasai 80% pasokan global rare earth, sehingga penemuan baru ini semakin memperkuat dominasinya.
Lokasi Penemuan: Dekat Indonesia, Apa Artinya?
Deposit mineral langka ini ditemukan di Dasar Laut Samudra Pasifik, tepatnya di Zona Clarion-Clipperton yang berbatasan dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Meski tidak berada di wilayah kedaulatan Indonesia, lokasinya cukup dekat untuk memicu pertanyaan:
- Apakah Indonesia juga memiliki cadangan serupa?
- Bagaimana dampak eksploitasi China terhadap lingkungan laut di kawasan Asia Tenggara?
- Akankah Indonesia bisa ikut mengembangkan teknologi penambangan laut dalam?
Dampak bagi Indonesia: Ancaman atau Peluang?
1. Persaingan Ekonomi & Teknologi
China kini memiliki pasokan rare earth yang lebih besar, memperkuat industri teknologinya. Indonesia perlu meningkatkan eksplorasi untuk menemukan cadangan serupa atau berinvestasi dalam pengolahan mineral strategis.
2. Potensi Kerja Sama atau Ketergantungan
Indonesia bisa menjalin kemitraan dengan China untuk pengembangan teknologi rare earth. Namun, hal ini juga berisiko meningkatkan ketergantungan pada China.
3. Isu Lingkungan & Keberlanjutan
Penambangan laut dalam berpotensi merusak ekosistem. Indonesia perlu memastikan bahwa eksplorasi di perairan regional dilakukan secara bertanggung jawab.